Sabtu, 13 Agustus 2016

Icip Icip Masakane Wong Tegal


RASA DIHATI MELELEH DI LIDAH Berburu Kuliner di Kota Tegal

Selamat Datang di tegal kota bahari - bersih, aman, hijau, asri, rapi, indah



Apa sih makanan yg paling terkenal dr Tegal? Warteg! hehehe kalau disana mungkin sebaiknya bukan warteg yg anda tuju, tapi beberapa kuliner khas yg gak kalah menariknya dengan di daerah lain.. POKOKE TEGAL LAKA-LAKA


Soto Tauco

Makanan ini yang jadi menu wajib anda semua dan masuk daftar teratas.  Seberapapun singkatnya kunjungan anda ke Tegal, kudu wajib harus makan makanan ini.

Soto tauco, segar!



Soto Tauco adalah soto seperti umumnya hanya saja kuahnya ditambah bumbu tauco berwarna coklat - bukan kuning seperti tauco Jakarta - mirip seperti tauto Pekalongan.  Soto disajikan dalam mangkok berukuran kecil dengan tatakan, nasinya bahkan dicampur dalam soto ini.

Rasanya?

Seger banget!

Rasa soto akan semakin segar bila ditemani teh khas Tegal sebagai minumannya - baik panas maupun dingin.

Karena segarnya, soto tauco ini pas disantap di segala waktu, baik saat siang hari yang terik maupun di malam hari.

Jika penasaran ingin mencicipi rasa soto tauco silahkan melaju ke sekitaran alun-alun Kota Tegal, di dekat bundaran dan Masjid Agung Kota Tegal


Nasi Lengko

Perburuan berikutnya adalah Nasi Lengko.  Begini penampakannya :

nasi lengko, full sayuran



Nasi lengko adalah nasi yang disajikan dengan timun dan tahu yang dipotong dadu, tempe orek, tauge, remukan krupuk, serta sayuran lain.  Semua bahan tadi dihidangkan dalam satu piring kemudian disiram bumbu kacang dan kecap manis.

Slurrrp...

Saya sendiri lebih suka menjadikan nasi lengko sebagai makan malam karena isinya full sayuran sehingga tidak memberatkan kerja perut hehehe...

Di Tegal, cukup banyak warung makan yang menyediakan menu Nasi Lengko dengan harga terjangkau.

Minumnya?  Teh lagi.

Bicara tentang teh, teh di sini benar-benar teh asli dengan aroma melati yang membuat rileks.  Baik teh manis ataupun teh tawar, dingin atau panas, sama segarnya.



Rujak Kangkung

Siapkan lidah Anda untuk menyantap makanan yang satu ini :


rujak kangkung, pedas!



Rujak kangkung termasuk makanan sederhana; kangkung rebus yang dilumuri bumbu dari ulekan kacang, asam jawa, dan terasi sebagai sambalnya, plus cabe.  Dihidangkan dalam pincuk (daun pisang) serta boleh ditambah krupuk dan sayuran lain.

Rasanya?  Super pedas!

Saya pribadi biasanya memakan rujak kangkung di siang hari sebagai lauk untuk nasi yang masih mengepul panas.  Rujak pedas, nasi panas, krupuk, minumnya teh tawar.  Dijamin makan bakal nambah tanpa terasa dan nggak bakal kenyang-kenyang.

Sayangnya saat ini rujak kangkung sudah agak sulit ditemui, mungkin karena sifatnya yang tradisional dan sangat tergantung dari kepiawaian sang nenek mengulek bumbunya.  Ya, kebanyakan penjualnya adalah nenek-nenek.


Sate Kambing Muda

Buat yang suka daging, khususnya sate kambing, nih dia :


sate kambing muda, gluk!



Sate kambing muda!  Makanan ini sangat mudah ditemui di kota Tegal.
Saya sendiri biasanya makan sate kambing muda ini di rumah makan yang letaknya dekat alun-alun Tegal - lebih tepatnya dekat menara air.  Saya memang tidak tahu banyak rumah makan mana yang sate kambingnya direkomen teman-teman saya karena secara pribadi saya lebih suka sayuran dibanding daging.

Kembali ke menu sate kambing muda.  Kompasianer penggemar sate kambing pasti akan langsung tahu bedanya antara sate kambing muda dengan sate kambing pada umumnya.

Ya, dagingnya empuk, empuk banget malah, dan manis.  Rasa kecapnya juga kuat, dipadu dengan pedasnya bawang merah dan segarnya potongan tomat serta irisan cabe rawit.

Hmmm... ngiler...

Minumnya?

Saya sarankan teh poci gula batu.  Teh kental dan pahit dipadu dengan manisnya gula batu, bikin kita males ngangkat pantat hehehe...


Tahu Aci

Nah, nah, ini dia cemilan yang tidak boleh ketinggalan bahkan wajib jadi oleh-oleh ketika anda semua ada di tegal.

Berikut penampakannya :

tahu aci, gurih dan kenyal



Tahu Aci adalah tahu yang dipotong segitiga dan diberi tambahan aci (tepung kanji, cmiiw) di bagian yang sebelumnya dipotong, lalu digoreng.  Tahu aci nikmat disantap selagi hangat sebagai teman minum teh dan cemilan selama perjalanan.  Jika sudah dingin, tahu aci cenderung lengket, mungkin karena acinya, tapi tetap nikmat lho.

Rasanya?

Gurih.

Apalagi tambahan aci menimbulkan sensasi kenyal yang bikin kita gemas saat menyantapnya.  Bahkan bagi yang suka eksperimen, tahu aci ini bolehlah dicocol dengan sambal kecal atau saus sambal, sensasinya tetap sama, kenyal!

Di Tegal, tahu aci cukup mudah didapat baik di pinggir jalan maupun di toko, dan salah satu toko penjual tahu aci yang populer adalah Nata Jaya, hampir semua orang Tegal tahu di mana letak toko Nata Jaya karena setahu saya toko ini memang sudah lama ada selain letaknya yang strategis di pinggir jalan raya.

Tahu aci dibungkus dalam besek isi 50 potong dengan harga per potongnya sekitar Rp 1.000 s.d Rp 1.500.  Untuk pembelian dalam jumlah kecil juga bisa kok, tahu biasanya dibungkus dalam kantong kertas.  Sama seperti gorengan pada umumnya, makan tahu aci tanpa cabe rawit rasanya kurang nendang.

Saya biasa menjadikan tahu aci sebagai cemilan disaat cipokdud brsama kawan :-) hehe..
Selamat Makan!

Itulah sedikit sharing saya tentang kuliner kota Tegal, sebenarnya masih ada lagi makanan khas Tegal yaitu


Kupat Glabed
kupat dengan kuah kental dan disajikan dengan sate kerang, namun nampaknya kurang cocok dengan lidah saya yang lebih suka makanan pedas.  Ya, rasa kupat glabed memang cenderung tawar, mungkin karena bumbu kuningnya.

Kupat glabed mak nyoo..s



Selain itu masih ada lagi kuliner khas yang disebut Glotak.
Informasinya Glotak terbuat dari gembus (tempe bongkrek) - yang lagi-lagi jadi bahan kelakar - dicampur tulang ayam/sapi.  Penampakannya sila dicari dengan kata kunci 'Glotak Tegal'.

Di luar dugaan, Glotak ternyata jadi makanan khas yang dirindukan perantau asal Tegal saat kembali ke kampung halaman.  Setidaknya, beberapa teman mem-posting foto Glotak di facebooknya dengan kalimat yang kira-kira berbunyi, "Akhirnya bisa merasakan kembali Glotak."

Wah wah, siapa sangka makanan yang dulu jadi bahan kelakar ternyata jadi sesuatu yang dirindukan saat ini.

Semoga tulisan ringan saya kali ini bermanfaat, selamat siang, selamat berburu kuliner Tegal!  Mohon informasi tambahan dan koreksinya dari Kompasianer yang lebih mengerti soal kuliner khas Tegal ini...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar